Articles > Kebangkitan Bangsa Ditengah Kebangkrutan Negara

Kebangkitan Bangsa Ditengah Kebangkrutan Negara

Jakarta 15 Mei 2008

Tanggal 20 Mei 2008 genap seratus tahun kebangkitan bangsa, sebuah gerakan kebangsaan yang dilakukan dan dipelopori Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Satu abad yang lalu bangsa ini menelurkan begitu banyak gagasan dan ide tentang sebuah gerakan untuk kemajuan sebuah bangsa yang tentunya pada saat itu masih meraba mau dinamakan apa bangsa ini, dan mau dibawa kemana bangsa ini untuk melangkah.

Sekarang setelah terbentuk menjadi sebuah negara yang bernama Indonesia, ketika kerangkanya mencapai satu kesempurnaan sebagai bangsa, kita mengalami sebuah kemandekan dalam meneruskan kembali kebangkitan bangsa dan negara ini, kita dihujani begitu banyak masalah dari mulai korupsi yang menjadi trend bagi penguasa negeri ini, menggadaikan begitu banyak warisan negara dalam bentuk sumber daya alam kepada pihak asing sebuah kemunduruan yang luar biasa ditengah perjuangan yang sangat dasyhat dalam menggapai kemerdekaan ini.

Belum lagi kita semua saling bergotong-royong membusukan keberadaan hukum yang semakin terhuyung dan terhempas dengan mafia peradilannya yang sangat memprihatinkan, kita semakin rajin untuk berlomba untuk berkolusi demi kepentingan yang berazaskan golongan serta individu bukan untuk sebuah kemakmuran bangsanya sendiri, kita lebih menyukai menjadi negara konsumtif ditengah kekayaan yang begitu berlimpah di dalam perut bumi nusantara ini.

Kini yang semakin kita mengelus dada adalah ketika bangsa ini memasuki masa seratus tahun kebangkitan bangsa justru kita menghadapi masalah besar, negara ini sedang dalam memasuki sebuah kebangkrutan, satu dilematis yang memiriskan hati dan sangat jauh dari nalar alam pikiran kita, di sebuah negara kaya seperti Indonesia harus mengalami sebuah situasi yang sangat mengkahawatirkan. Ditengah gelombang harga semua kebutuhan pokok diseluruh dunia melonjak kita semakin ketar-ketir karena kita memang sudah tidak bisa lagi mengeksplorasi yang kita miliki kita terlalu malas untuk melakukan sesuatu yang baik buat seluruh anak bangsa yang mendiami negeri ini.

Saya mulai berfikir kebangkitan bangsa ini ditengah kebangkrutan negara hanya bisa diselesaikan dengan mengusir rasa malas, menjauhi sikap konsumtif negara dan ketergantungannya kepada negara lain, menghidupkan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada usaha kecil yang berdaya guna, menegakkan hukum dengan sejujur-jujurnya, meniadakan budaya korupsi dalam seluruh aspek kehidupan, dan menciptakan sebuah sebuah kesalehan sosial yang bertakwa kepada Allah SWT dan ketika semua ini di jalan secara pelan dan pasti kemakmuran menanti kita ditengah gerbang kemerdekaan yang sesungguhnya bagi seluruh rakyat Indonesia.

 









 

© 2008 FeriPurwo.com. All rights reserved. Privacy Policy · Terms of Use