Articles > Lima Tahun

Lima Tahun

Genap bulan Maret 2008 ini saya lima tahun sudah berkiprah dalam dunia spiritual dan metafisik, dunia yang membesarkan nama saya dan menggelandang saya pada sebuah perjalanan baru dalam hidup. Penuh liku, dan banyak pula jalan terjalnya namun diiringi selingan kesedihan tentang cerita-cerita anak manusia yang membuat kita menjadi lebih bijaksana dalam memandang hidup, dan disempurnakan dengan begitu banyak kemudahan hidup yang saya dapatkan dan tentunya kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan apa pun kecuali dengan senyuman lebar dan kelapangan bathin yang terdalam.

Lima tahun pertama jejak langkah spiritual saya dengan elaborasi publisitas yang tinggi dan tentunya begitu juga pro dan kontra yang didapat menjadi satu bagian cerita lain dalam prosesasi perjalanan kedepan yang masih panjang. Seperti angka lima sendiri yang begitu sempurna, tentunya ini adalah satu landasan awal yang cukup menentukan langkah berikutnya menuju lima tahun kedua yang Insya Allah lebih cemerlang dan menjanjikan tidak hanya untuk saya sebagai praktisi yang menjalani profesi ini namun orang disekeliling saya dan tentunya masyarakat luas pada umumnya harus bisa lebih merasakan manfaatnya.

Dunia metafisik mengalami banyak perubahan dari sebuah hal yang sangat mistis menjadi lebih softly dilihat dan dipandang orang, dari yang sangat klenik menjadi lebih bisa diterima secara rasional walaupun pelan-pelan. Diawal kemunculan saya lima tahun yang lalu, metafisik selalu digambarkan pada satu pola yang kaitannya masih dengan jin, kuntilanak, syetan dan tetek bengek hal lain yang membuat dunia bidang ini menjadi sesuatu yang menyeramkan dan sangat irasional. Sekarang walaupun anggapan kemudian pandangan semacam itu masih ada namun sedikit demi sedikit muali bergeser. Waktu saya pertama kali secara pribadi memproklamirkan diri masuk bidang ini memang saya memiliki satu visi bagaimana caranya bahwa hal semacam ini tidaklah boleh menjadi sesuatu yang menakutkan, penuh dengan hal klenik dan datang ke seorang yang berprofesi sebagai konsultan spiritual dengan syarat-syarat yang menyesatkan dan harus bawa inilah itulah. Saya ingin menghapus hal semacam itu menjadi sesuatu yang buat mereka meringankan dan malah tidak menambah dia terbebani oleh syarat-syarat yang tentunya akan menjadi dia semakin bingung dengan masalah yang ada.

Pijakan awal akan hal itu sudah saya lakukan secara terus menerus selam lima tahun awal dan tentunya ini menjadi satu trend yang akan terus dipertahankan tanpa harus ada kebijakan untuk merubahnya. Kemudian soal tempat saya sengaja membuat satu konsep Café to Café dan semua berpusat di satu tempat yakni Plaza Senayan, sampai saat ini dan beberapa waktu kedepan saya akan mempertahankan konsep ini sebagai konsep terbaik menurut saya untuk membuat situasinya tidak terlalu serius namun mengena pada sasaran yaitu TRUST, INSPIRING and SOLUTION.

 









 

© 2008 FeriPurwo.com. All rights reserved. Privacy Policy · Terms of Use