Articles > Mewacanakan Tentang Cinta

Mewacanakan Tentang Cinta

Jakarta, 19 Oktober 2008

Setiap hari seperti biasa saya selalu menerima SMS yang cukup banyak tentunya menyangkut segudang permasalahan yang dialami oleh masyarakat luas yang mereka bisa curhat langsung ke saya. Dari begitu banyak masalah yang dikeluhkan, dari begitu besar beban hidup mereka yang coba dibagi, dari sejuta kesedihan yang menggelayut mereka dan berusaha untuk ditumpahkan ternyata paling dominan berbicara tentang cinta.

Berbicara tentang cinta berarti kita akan melakukan sebuah makna hati, cinta juga berarti kehilangan, keputusasaan, keceriaan, keindahan, kebohongan,kesetiaan, kesalahan, dan berjuta rasa didalamnya. Namun semua tetap bermuara pada satu titik yakni cinta itu sendiri sebuah fenomena diri yang tidak akan pernah hilang selama manusia masih ada di bumi ini.

Kadang saya ditanya sebenarnya apa sih cinta itu, saya selalu jawab wah cinta itu kalau menurut saya adalah sebuah rasa yang bersifat fluktuaktif dan tidak tetap, dia selalu mengalami yang namanya pasang dan surut cinta itu terdiri dari tiga unsur simpatik, suka dan sayang nah ketiganya menyatu dengan tingkatannya masing masing, namun karena cinta berada diarea hati dan sangat beredekatan dengan amarah makanya cinta kadang bisa berubah menjadi sebuah kebencian, bahkan cinta dan benci sebuah hal yang sangat tipis perbedaannya, nah yang kadang salah kaprahnya lagi cinta dan nafsu menjadi sebuah hal yang sulit dipisahkan seperti menyatu namun terkesan negatif.

Lalu seperti apa cinta yang sesungguhnya ? Pertanyaan yang sekali lagi keluar dari seorang teman kepada saya, saya bilang cinta yang sesungguhnya adalah memberi karena cinta itu memberi bukan menerima, semakin banyak kita memberi berarti cinta kita berada pada posisi yang sebenarnya dan pastinya kita memberi hal yang positif bukan memberi hal negatif, cinta kepada Tuhan berarti mampukah kita memberikan satu komitmen untuk hanya kepada Dia tunduk dan patuh tanpa pengecualian tanpa karena ada maunya, tanpa ada tendeng aling-alingnya, memberi cinta kepada orang yang kita cintai adalah memberi apa yang kita miliki kemudian memberikan ketika mereka tidak memilikinya dan tentunya bukan akhirnya mencari muka dan sebuah kepentingan lain yang terdalam dirongga hati kita.

Dan wacana cinta ini akan kita berikan resume dan disimpulkan bahwa apa pun yang namanya cinta akan selalu berbuntut pada satu kata apa itu ? Pastinya adalah kemurnian sesuatu yang murni dan jernih disitulah sebenarnya jati diri cinta itu sendiri.

 









 

© 2008 FeriPurwo.com. All rights reserved. Privacy Policy · Terms of Use