 |
 |
Articles > Musuh Besar Bernama Hawa NafsuMusuh Besar Bernama Hawa Nafsu
Jakarta, 4 November 2008
Orang yang terpenjara adalah orang yang memenjarakan hatinya dari
Tuhannya. Dan tawanan itu adalah orang yang ditawan oleh hawa nafsunya.
(Ibnu Taimiyah)
Hawa Nafsu kalau bicara hal ini sepertinya saya dan mungkin kita semua
sepakat bahwa segala salah, khilaf dan dosa yang kita lakukan adalah
karena begitu besarnya pengaruh Hawa Nafsu mengintervensi segala sendi
kehidupan kita sampai soal keputusan hidup pun kadang memakai hawa nafsu
kita tersebut.
Berapa banyak orang yang sudah sangat penuh dan banyak harta dan uangnya
masih bisa melakukan kegiatan korupsi baik secara personal maupun kolektif
karena apa ? Bukan karena mereka butuh uang bukan juga mereka menginginkan
lebih tapi karena hawa nafsu yang selalu kita perturutkan.
Berapa banyak orang alim, cerdik, cendekia dan memiliki ilmu yang tinggi
harus hanyut dalam masalah-masalah keduniaan yang membuat mereka
kehilangan kecerdikannya, kehilangan ilmunya, kehilangan kealimannya,
cendikiawannya harus punah karena masalah yang membuat mereka tidak
berdaya karena hawa nafsunya.
Berapa banyak pemimpin, petinggi, raja dan imam yang sangat berwibawa
ditengah masyarakatnya harus hancur dikarenakan kurangnya mereka bersabar
dalam memimpin, ketika petinggi tidak berdaya mendapatkan ketinggian
duniawi, raja yang hanya jadi pesakitan buat para rakyatnya , dan seorang
imam yang tergelincir karena tidak mampu menjalankan amanah hanya karena
secuil keinginan yang tidak mampu dibendungnya yang bernama hawa nafsu.
Berapa banyak orang yang memiliki ketenaran, popularitas, kemasyhuran dan
terkenal diseluruh antero negeri tidak berdaya ketika ketenarannya membuat
dirinya menjadi lupa daratan sampai-sampai dia sudah tidak mengenal anak
dan isterinya, sampai-sampai popularitasnya melupakan bahwa apa yang dia
lakukan sangat tidak menyentuh dan tidak populis buat orang sekitarnya,
sampai-sampai kemasyhurannya melupakan bahwa segala sesuatu ada aturan,
ada hal-hal yang harus dihormati tapi karena itu dan atas nama masyhur
semua diabaikan.
Semua itu hanya satu kata Hawa Nafsu musuh besar umat manusia paling abadi
sepanjang masa, sepanjang masa dan era, mungkin saya anda dan kita semua
adalah orang-orang yang tidak mampu dan tidak berdaya ketika berhadapan
yang namanya hawa nafsu hanya kepada-Nya kita berlindung dari apa yang
kita bisa kendalikan dan apa yang tidak bisa kendalikan dalam hati dan
bathin kita.
Semoga hawa nafsu hanya bagian dari warna hidup kita bukan
jadi acuan hidup kita
|
 |
|








|