Articles > Nikmatnya Umroh

Nikmatnya Umroh

Jakarta, 10 May 2009

Baru beberapa hari yang alhamdulilah saya diberi kenikmatan berkunjung ke baitullah tempat dimana berjuta-juta orang bermunajat kepada kebesaran-Nya, luar biasa sesampainya di Jeddah saya banyak bersyukur kepada kehadirat-Nya bisa menginjakkan kaki di sana dengan kesempurnaan.

Saya dan rombongan beristirahat sebentar di Jeddah sebelum malamnya kita akan ke Makkah untuk melakukan Umrohnya, sesampainya di Makkah kita langsung melakukan ibadah umrohnya dengan tawaf serta melakukan sa'i.

Dari sekian banyak doa yang dipanjatkan, punya doa utama yakni tentang profesi saya,  sebuah pergulatan hati yang sudah cukup lama sebenarnya tentang profesi saya ini, doa saya simple saja " Ya Allah berikan petunjuk-Mu terhadap apa yang saya kerjakan, seandainya ini sebuah hal yang engkau ridhoi kasih saya petunjuk dan begitu pula sebaliknya seandainya ini jalan yang engkau tidak ridhoi kasih saya petunjuk dan beri saya jalan lain agar saya bisa bertawakal kepada-Mu " . Doa inilah yang secara kuantitas banyak saya ucapkan.

Hari pertama saya di Makkah sepertinya belum ada tanda itu, demikian juga hari kedua namun di saat hari ketiga saya mengalami sebuah pengalaman yang cukup mengejutkan sekaligus bagi saya ini sebuah pertanda, selepas Ashar saya duduk di dalam Masjidil Haram mungkin jarak saya dengan Ka'bah sendiri tidaklah terlalu jauh sambil banyak menyebut asma-Nya dalam hati dengan wirid dan dzikir dalam bathin yang terdalam, tiba-tiba ada seseorang keturunan India yang berbadan tegap mengambil shaf persis di samping saya dia melakukan shalat Tahiyatul Masjid dan setelah selesai dia duduk persis bersebelahan dengan saya.

Tak beberapa lama dia tiba-tiba menatap saya, dengan penglihatan yang sangat tajam, saya yang berada disampinya merasa sedikit terganggu kemudian saya menoleh ke orang tersebut sambil senyum, kemudian dia membalas senyum saya sambil dia mendekatkan dirinya ke saya dan melakukan percakapan dalam bahasa inggris yang artinya adalah " Maaf saya menggangu anda, boleh saya bertanya sesuatu dengan anda ? " Soal apa ? Jawab saya. " Saya hanya ingin bertanya tentang calon isteri saya bagaimana menurut anda tentang dia ? " Tanya orang tersebut ke saya. Saya langsung sontak kaget bagaimana orang ini tahu tetang pekerjaan serta profesi saya karena jelas orang ini saya tidak kenal dan menurut pengakuannya dia orang India yang tinggal di Dubai, dan dia bilang tidak pernah mengakses internet dan sangat jarang sekali nonton tv dengan parabola. Pekerjaannya yang menjaga toko di Dubai memaksanya sangat sulit untuk melakukan kegiatan seperti. Itu. Singkat cerita akhirnya saya menerawang calon isterinya dan dirinya. Allah Maha Besar dengan segala petunjuk-Nya, saya haru, saya merasa ada yang di dengar dari doa saya sebuah doa yang memang saya panjatkan berulang-ulang baik saya masih di tanah air sampai tiba di tanah suci. Ada keyakinan yang lebih dalam terhadap apa yang saya lakukan kedapan, semoga ini adalah petunjuk jalan-Nya.

 









 

© 2008 FeriPurwo.com. All rights reserved. Privacy Policy · Terms of Use